Temukan Resistor yang Tepat untuk Setiap LED
Kalkulator resistor LED gratis berbasis browser yang menentukan resistor pembatas arus yang tepat untuk rangkaian LED apa pun. Dilengkapi preset warna dengan tegangan maju tipikal, dukungan array seri dan paralel, peringatan disipasi daya, dan pencocokan nilai standar E24 terdekat.
Hitung resistor pembatas arus untuk LED tunggal dan array secara instan
Fitur
Cara Menghitung Resistor LED
- Atur tegangan suplai dan spesifikasi LED. Masukkan tegangan suplai (misal 5V, 12V) dan pilih preset warna LED atau masukkan nilai Vf dan If sendiri.
- Pilih konfigurasi. Pilih LED tunggal, seri (rantai), atau paralel (berdampingan). Atur jumlah LED.
- Baca hasilnya. Lihat resistansi yang dihitung, nilai standar terdekat, disipasi daya, dan peringatan tentang melebihi rating resistor.
FAQ
Bagaimana cara menghitung resistor LED?
R = (Vs - Vf) / If. Untuk LED seri: R = (Vs - n×Vf) / If. Tegangan suplai dikurangi total tegangan jatuh LED, dibagi arus yang diinginkan.
Berapa tegangan maju tipikal LED?
Merah: 1.8-2.2V, Oranye: 2.0-2.2V, Kuning: 2.0-2.4V, Hijau: 2.0-3.5V, Biru: 3.0-3.5V, Putih: 3.0-3.5V, UV: 3.3-3.8V, IR: 1.2-1.5V.
Apa perbedaan seri dan paralel?
Seri: LED berbagi arus yang sama, tegangan bertambah. Perlu Vs > jumlah semua Vf. Paralel: setiap LED punya resistor sendiri, arus berlipat ganda.
Mengapa resistor menjadi panas?
Resistor mengubah kelebihan tegangan menjadi panas. P = (Vs-Vf)×If. Jika daya melebihi rating resistor (biasanya ¼W untuk yang kecil), bisa terlalu panas dan rusak.
Bisakah LED berjalan tanpa resistor?
Hanya jika tegangan suplai persis sama dengan tegangan maju LED. Dalam praktiknya, ini berisiko — variasi tegangan kecil saja bisa merusak LED. Selalu gunakan resistor.
Kami bisa — dan gratis! Kirim pesan singkat dengan ide Anda. Jika ingin diskusi lebih detail, tinggalkan email dan kami akan menghubungi Anda. Bisa anonim.